Selamat Datang 'Dewasa'

 Halo myself!

Sebentar lagi 2025 menyapa sudah sangat lama aku meninggalkan dunia tulisan. Emm... seperti biasa ketika menulis dalam blog ini, tidak ada struktur yang jelas dan hanya menulis apa yang terlintas di kepala. 

Kilas balik selama 2024, apa ya... 

Januari, 

Hari ultah ku dikado sama bestie tas yang bagus, trus aku waktu itu juga kesulitan buat kasih gift bali ke dia. Aku juga melewatkan kasih syukuran atau apalah itu ke temen kantor. Ya sedih sih, soalnya sampe diusia itu aku kok masih aja belum bisa membuat financial planning. 

Sedihnya aku malah membuang uangku untuk hal yang sekarang aku sadari tidak terlalu berguna. Karena hasil dari investasi 'itu' hanyalah sebuah luka. Aku jalan sama cowok yang seharusnya sejak dulu harus dihindari. Aku jatuh cinta, membangun imaji yang liar, dan mencoba memuaskan nafsuku padanya. Namun akhirnya, 

belum genap tahun ini berlalu, hubungan kita berakhir lantas berjarak. Padahal, bukan ini yang aku mau. Menyesal selalu datang terakhir.

 Februari - Maret

Aysiikk untuk pertama kalinya aku berpergian ke luar Provinsi dan bersenang-senang. Saking senengnya sampai nangis bombay. Ibaratkan orang kena diabetes, awal konsumsi gula biasa aja bahkan sampe ketagihan, dan nggak ada pemikiran sama sekali untuk mengidap penyakit. Selagi bahagia, sama sekali tidak ada pemikiran bahwa kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Bahkan endingnya juga belum diketahui.

April

Barulah hubungan kami berjarak, sedih banget rasanya. Apalagi kalau mengingat itu berat.

Aku juga dibulan ini mendampingi anak-anak ikut lomba di Tegal. Bukannya dapet kebahagiaan eh malah dapet kesedihan. Gimana ngga sedih, dapet murid yang susah diatur, editingnya kelamaan dan bahkan mereka ngga ngumpulin file. Sumpah kacau banget! Belum berangkat juga kacau!

di tengah kekacauan itu, 

aku cuma bisa nangis sendiri dalam diam. engga ada yang bisa diajak ngobrol atau curhat. Soreku tidak lagi sama seperti bulan-bulan lalu. Perbedaan yang kentara membuatku sulit untuk beradaptasi. Hingga beberapa bulan setelahnya.

Mei, Juni, Juli

Aku engga ingat bagaimana perasaanku saat melalui bulan-bulan itu. 

.

.

.

Yang kuingat, cuma bekerja-kos-dan kalau ada yang ajak main ya aku pergi main.

.

Tapi yang tidak terlihat, aku masih sering sedih sendiri tanpa alasan yang jelas. Merasa semua hal tidak ada yang mendukungku. Mirip banget sama liriknya Bernadya - Terlintas.

.

.

Bodohnya, tiap keinget doi masih pengen dia hubungin aku lagi. Berharap dia baik-baik saja dan bahkan berniat buat beliin doi HP. Biar dia khusus bisa hubungi aku pake HP itu. Tapi kembali lagi teringat... kok cuma aku yang mikir gimana caranya kita bisa saling kontakan satu sama lain. 

Kenapa cuma aku yang merindukanmu? 

 ....

Masa-masa pencarian itu tidak menyenangkan. Trial Eror muluk! Melelahkan rasanya.

kemudian, dibulan Agustus

Kepala sekolah, sekaligus rekan kerja, sekaligus teman, sekaligus guru ku.

Bu Wening, sakit dan akhirnya pergi dengan tenang tepat perayaan ulang tahun sekolah.

itu, sedihnya bukan main. Pergi tanpa pamit. 

Penyesalanku adalah kenapa tidak pernah foto bareng beliau berdua, dan aku juga tidak pernah kasih beliau bunga saat hari guru. Kenapa aku tidak menunjukan kasih saat beliau masih hidup, sehat, dan bersemangat.

Kamu pergi, beliau pergi

sama-sama dua orang yang aku sayangi

Terbitlah September - Oktober - November

tidak ada yang kuingat. selain aku mencoba untuk membuka hati berkenalan dengan orang baru. 

Secara tiba-tiba kamu like story IG ku, maybe kamu juga coba-coba pengaturan di IG mu. Last Seen IG mu kamu matikan, nomorku kamu blokir. 

Lalu disuatu sore kamu hubungi aku lagi

Serasa mimpi, tapi itu mimpi yang singkat.

Kamu menghubungiku seolah ingin mengajakku bertemu.

Nyatanya,

Seharian aku seperti orang gila

menunggu pesan atau kamu menghubungi aku lagi seperti dahulu. Namun, tidak ada kabar sama sekali darimu. Bahkan sampai aku telpon non internet dan kirim SMS. Entah masuk apa nggak!

Tapi setelah itu,

Aku sadar, sepertinya bukan lagi perihal CINTA tapi memang kamu sudah tidak lagi menghargai diriku sebagai seorang MANUSIA

Saat aku tak punya uang, tak punya asa, dan tak punya hasrat untuk mencinta. Rasa sedih kembali menyapaku. 

Aku kembali kecewa karena lelaki imajiku yang tidak sesuai ekspektasi. Hingga membuatku kembali kepada luka lama yang terbuka kembali. 

Hingga aku sadar,

Mengapa harus aku yang mengalami ini. 

Lirik lagu deni Caknan mengingatkan flashback ketika aku kuliah, perjuangan, dan usahaku untuk bertahan hidup. Selain kuliah, organisasi, dan mencari cinta yang semuanya aku lalu dengan tertatih-tatih. 

Hmm...

Sempet-sempetnya membuatku berlinang air mata. Suaranya Deni Caknan bisa ngebawa aku ngerasa ya.. gak apa-apa ka,, kamu sudah berusaha dengan sebaik mungkin untuk melewati ini semua. Hingga sampai di titik. Kamu engga boleh membiarkan dirimu terluka lagi.

Sepenggal Lirik dari Deni Caknan - Cundamani

Kurang-kurange, Kurangku Sepurane, Cen anane ngene, Sayang, Titip Rogoku, Titip roso Tresnoku.Seneng iki mung koe seng ngerti, dadio konco critoku sepanjang uripku


Byee,, sampai sini dulu ya ☺☺ 

 


























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak yang Tak Usai

Curcol singkatku Hari ini