Bersyukur atau Pasrah?

         



        Apapun yang terjadi dalam hidup ku, memang harus disyukuri. Boleh sih melihat keatas untuk wow pencapaian orang lain sungguh luarbiasa. Dan aku pun pengen begitu, wahh rasanya menyenangkan ya! Iya iyaa! Disaat aku galau karena cintaahhhhhhhhh ada orang lain yang galau besok mau makan apa? Ngerjain apa? Kerja apa? Tanggungan utang udah numpuk, sekolah anak gimana? Parahnya sih, ya besok makan apa itu loh! Bertahan hidup, yang paling penting. Saudara aku, baru aja ditinggal bapaknya. Mana adiknya agak enggak beres. Selain punya penyakit jantung juga enggak terlalu pinter sih dianya. Lhah, sedang dia sendiri masih kuliah dan kerjanya juga enggak bisa ditinggal gitu aja kan? Terus, bapaknya juga enggak ninggalin motor, cuma ninggalin rumah. Ya masih alhamdulillah ya. Punya rumah! huh! Selanjutnya, 

        Paraahh banget! Kadang aku mikir, wah... kisah mereka kayak di sinetron-sinetron TV sebut saja indosiar. Hmm, aku bener-bener melihat TV jadi nyata. Pembelajaran buat aku dan anak cucu keturunanku kelak. Bahwa apapun jangan pernah jauh dari Allah. Karena jika kita jauh dari Allah, sungguh siapa yang bisa nolong kita kalau bukan Allah yang Menciptakan Kita dan Takdir ini. 

        Jangan pernah melanggar apa yang diharamkan, dilarang, dan disarankan untuk dijauhi. Percayalah, Allah lebih tau mana yang terbaik untuk manusia. Manusia diturunkan ke bumi bukan untuk terlena dengan perhiasannya. Tapi semua yang kita jalani ini adalah ujian. Sebisa maksimal mungkin kita harus melewati, menjawab ujian dengan baik dan benar. BAIK DAN BENAR!!! Ingat jalani hidup ini dengan BAIK DAN BENAR.

        Ini sebenarnya pesan untuk diriku sendiri dan sekarang masih mencoba untuk percaya. Penyakit pesimisku itu susah dan bahkan sering kambuh. Secara enggak sadar aku jadi TOCXIC buat diri sendiri. Padahal, diri ini berhak untuk OPTIMIS. dan juga, diri ini bukan milikku. Aku bukan sepenuhnya pemilik diri ini. Aku hanya ruh, ruh yang diutus bersemayam dengan nama ****** hehe.

        Ya Allah, bimbing hamba mu ini, agar senantiasa menjalani kehidupan ini dengan baik dan benar dan juga bisa menjalani kehidupan ini dengan rasa syukur, ikhlas, dan sabar. Aamiin. Menjadi hamba yang taat itu enggak mudah. Karena memang tiket masuk syurga itu enggak murah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak yang Tak Usai

Curcol singkatku Hari ini